Analisis Film Sejarah G30SPKI

  NAMA KELOMPOK :  

1. Dwi Handayani

2. Nadia Syahira

3. Risma Elisa

4. Syawal Fitri Desdini

5. Yeni Dian Pertiwi


       KELAS : XII OTKP 2

       PELAJARAN : BAHASA INDONESIA

       Dibimbing oleh :

        Dra. Lilik Musyarofah M.Pd.



Analisis Film G30SPKI (gerakan 30 September PKI) 


          Gerakan 30 September/Partai Komunis Indonesia atau dikenal G30S/PKI merupakan peristiwa bersejarah yang terjadi di Indonesia pada 1965. Gerakan ini berlatar belakang sebuah kudeta yang menewaskan tujuh jenderal pada masa itu.

          Dalam film ini, digambarkan bagaimana peristiwa kudeta yang didalangi Partai Komunis Indonesia (PKI) tersebut. Film ini menggambarkan masa menjelang kudeta dan beberapa hari setelah peristiwa tersebut. Dalam kala kekacauan ekonomi, enam jenderal diculik dan dibunuh oleh PKI dan TNI Angkatan Udara, konon untuk memulai kudeta terhadap Presiden Soekarno.

          Jenderal Soeharto muncul sebagai tokoh yang menghancurkan gerakan kudeta tersebut, setelah itu mendesak rakyat Indonesia untuk memperingati mereka yang tewas dan melawan segala bentuk komunisme. Film ini juga menampilkan pergantian rezim pemerintahan Indonesia dari Presiden Soekarno ke Soeharto menurut versi pemerintahan Orde Baru.

           Film ini menggambarkan gerakan G30S sebagai gerakan kejam yang penyiksaan terhadap para jenderal, penggambaran yang telah dianggap menggambarkan bahwa "musuh negara adalah bukanlah manusia".

           Peristiwa G30S/PKI terjadi pada tanggal 30 September hingga 1 Oktober 1965. Peristiwa tersebut diawali dengan penculikan terhadap sejumlah perwira militer. Pangkat dan barisan anggota Partai ini menerima penjelasan dari pimpinan, dan dengan bantuan para prajurit dan perwira yang "berpikiran-maju" (sebagian besar dari Angkatan Udara), bekerja untuk mengumpulkan kekuatan Partai. Mereka berencana untuk menculik tujuh jenderal (yang dikatakan sebagai anggota Dewan Jenderal), merebut kota, dan mengamankan Soekarno.

            G30S yang baru diberi nama kemudian memulai pelatihan. Para anggota sayap kanan dalam Angkatan Darat yang tidak menyadari kudeta yang akan terjadi ini, hidup bahagia dengan keluarga mereka. Pada saat mereka menyadari bahwa ada sesuatu yang salah, mereka sudah terlambat.

            Peristiwa G30S/PKI terjadi pada 30 September hingga 1 Oktober 1965. Peristiwa ini diawali dengan penculikan terhadap sejumlah perwira tinggi militer. Mereka diculik kemudian ditembak dan disiksa dengan keji. Setelah itu mereka semuannya dimasukkan ke sebuah lubang atau sumur berdiameter 75 sentimeter dengan kedalaman 12 meter.Ada tujuh jasad yang dimasukkan dalam lubang dalam kondisi hidup tersebut. Lubang tersebut kini menjadi situs sejarah yang dinamakan Lubang Buaya.

          Dalam investigasi mereka terhadap peristiwa kudeta ini, Angkatan Darat menemukan kamp di Lubang Buaya - termasuk tubuh para jenderal, yang dikeluarkan sembari Soeharto menyampaikan pidato menggambarkan kudeta ini dan peran PKI di dalamnya.          Jenazah para jenderal kemudian dimakamkan di tempat lain dan Soeharto memberikan pidato hagiografi, di mana ia mengutuk G30S PKI dan dan mendesak masyarakat Indonesia untuk melanjutkan perjuangan jenderal-jenderal yang telah meninggal tersebut. Pada 3 Oktober 1965, jasad-jasad tersebut diangkat dan dikuburkan dengan semestinya pada 5 oktober 1965.

            Gerakan 30 September/Partai Komunis Indonesia atau dikenal G30S/PKI merupakan peristiwa bersejarah yang terjadi di Indonesia pada 1965 . Film ini menggambarkan masa menjelang kudeta dan beberapa hari setelah peristiwa tersebut. Dalam kala kekacauan ekonomi, enam jenderal diculik dan dibunuh oleh PKI dan TNI Angkatan Udara, konon untuk memulai kudeta terhadap Presiden Soekarno. Pasukan yang dipimpin oleh Soeharto berhasil mengambil kendali kontrol atas semua fasilitas yang sebelumnya direbut oleh Gerakan 30 September. Ketika sudah berkumpul bersama Nasution, pada pukul 21.00 Soeharto mengumumkan bahwa ia sekarang mengambil alih tentara dan akan berusaha menghancurkan pasukan kontra-revolusioner dan menyelamatkan Soekarno. Ia kemudian melayangkan ultimatum lagi yang kali ini ditujukan kepada pasukan yang meninggalkan Halim dan tiba di istana presiden lainnya yang berada di Bogor. Untuk jasad ketujuh orang yang terbunuh dan dibuang di Lubang Buaya sendiri baru ditemukan pada tanggal 3 Oktober, dan dikuburkan secara layak pada tanggal 5 Oktober.


Struktur Teks Sejarah "G30SPKI (Gerakan 30 September PKI) 

1. Orientasi

Gerakan 30 September/Partai Komunis Indonesia atau dikenal G30S/PKI merupakan peristiwa bersejarah yang terjadi di Indonesia pada 1965. Gerakan ini berlatar belakang sebuah kudeta yang menewaskan tujuh jenderal pada masa itu.

2. Pengungkapan Peristiwa

Dalam film ini, digambarkan bagaimana peristiwa kudeta yang didalangi Partai Komunis Indonesia (PKI) tersebut. Film ini menggambarkan masa menjelang kudeta dan beberapa hari setelah peristiwa tersebut. Dalam kala kekacauan ekonomi, enam jenderal diculik dan dibunuh oleh PKI dan TNI Angkatan Udara, konon untuk memulai kudeta terhadap Presiden Soekarno.

          Jenderal Soeharto muncul sebagai tokoh yang menghancurkan gerakan kudeta tersebut, setelah itu mendesak rakyat Indonesia untuk memperingati mereka yang tewas dan melawan segala bentuk komunisme. Film ini juga menampilkan pergantian rezim pemerintahan Indonesia dari Presiden Soekarno ke Soeharto menurut versi pemerintahan Orde Baru.

           Film ini menggambarkan gerakan G30S sebagai gerakan kejam yang penyiksaan terhadap para jenderal, penggambaran yang telah dianggap menggambarkan bahwa "musuh negara adalah bukanlah manusia".

3. Menuju Konflik

Peristiwa G30S/PKI terjadi pada tanggal 30 September hingga 1 Oktober 1965. Peristiwa tersebut diawali dengan penculikan terhadap sejumlah perwira militer. Pangkat dan barisan anggota Partai ini menerima penjelasan dari pimpinan, dan dengan bantuan para prajurit dan perwira yang "berpikiran-maju" (sebagian besar dari Angkatan Udara), bekerja untuk mengumpulkan kekuatan Partai. Mereka berencana untuk menculik tujuh jenderal (yang dikatakan sebagai anggota Dewan Jenderal), merebut kota, dan mengamankan Soekarno.

4. Konflik

G30S yang baru diberi nama kemudian memulai pelatihan. Para anggota sayap kanan dalam Angkatan Darat yang tidak menyadari kudeta yang akan terjadi ini, hidup bahagia dengan keluarga mereka. Pada saat mereka menyadari bahwa ada sesuatu yang salah, mereka sudah terlambat.

            Peristiwa G30S/PKI terjadi pada 30 September hingga 1 Oktober 1965. Peristiwa ini diawali dengan penculikan terhadap sejumlah perwira tinggi militer. Mereka diculik kemudian ditembak dan disiksa dengan keji. Setelah itu mereka semuannya dimasukkan ke sebuah lubang atau sumur berdiameter 75 sentimeter dengan kedalaman 12 meter.Ada tujuh jasad yang dimasukkan dalam lubang dalam kondisi hidup tersebut. Lubang tersebut kini menjadi situs sejarah yang dinamakan Lubang Buaya.

5. Penyelesaian

Dalam investigasi mereka terhadap peristiwa kudeta ini, Angkatan Darat menemukan kamp di Lubang Buaya - termasuk tubuh para jenderal, yang dikeluarkan sembari Soeharto menyampaikan pidato menggambarkan kudeta ini dan peran PKI di dalamnya. Jenazah para jenderal kemudian dimakamkan di tempat lain dan Soeharto memberikan pidato hagiografi, di mana ia mengutuk G30S PKI dan dan mendesak masyarakat Indonesia untuk melanjutkan perjuangan jenderal-jenderal yang telah meninggal tersebut. Pada 3 Oktober 1965, jasad-jasad tersebut diangkat dan dikuburkan dengan semestinya pada 5 oktober 1965.

6. Koda

Gerakan 30 September/Partai Komunis Indonesia atau dikenal G30S/PKI merupakan peristiwa bersejarah yang terjadi di Indonesia pada 1965 . Film ini menggambarkan masa menjelang kudeta dan beberapa hari setelah peristiwa tersebut. Dalam kala kekacauan ekonomi, enam jenderal diculik dan dibunuh oleh PKI dan TNI Angkatan Udara, konon untuk memulai kudeta terhadap Presiden Soekarno. Pasukan yang dipimpin oleh Soeharto berhasil mengambil kendali kontrol atas semua fasilitas yang sebelumnya direbut oleh Gerakan 30 September. Ketika sudah berkumpul bersama Nasution, pada pukul 21.00 Soeharto mengumumkan bahwa ia sekarang mengambil alih tentara dan akan berusaha menghancurkan pasukan kontra-revolusioner dan menyelamatkan Soekarno. Ia kemudian melayangkan ultimatum lagi yang kali ini ditujukan kepada pasukan yang meninggalkan Halim dan tiba di istana presiden lainnya yang berada di Bogor. Untuk jasad ketujuh orang yang terbunuh dan dibuang di Lubang Buaya sendiri baru ditemukan pada tanggal 3 Oktober, dan dikuburkan secara layak pada tanggal 5 Oktober.

7. Nilai-nilai didik yang patut ditiru dalam film G30 S PKI:

1.  Masyarakat perlu berhati-hati terhadap sosok yang menunjukkan diri jadi pahlawan, bukan karena jasa yang sebenarnya dengan memanipulasi sejarah nasional dengan pembuatan film tentang peristiwa itu demi penguatan versi pemerintah.

2.   Meningkatkan semangat persatuan sehingga tidak terjadi pemberontakan lagi.

3.  Kita mendapatkan pelajaran bahwa terjadinya perebutan kekuasaan di dalam suatu bangsa        dan negara akan selalu mengundang permasalahan. Baik itu dalam lingkup kelompok kecil maupun besar.

4.   Obsesi terhadap kekuasaan bisa membutakan nurani dan nalar, karena baik PKI maupun militer memiliki konspirasi sendiri untuk saling menjatuhkan demi tujuan masing-masing.

5.   Dalam menjalankan amanat bangsa seharusnya kita menciptakan keharmonisan agar apa yang dicita"kan oleh bangsa cepat tercapai atau terwujud , harus adanya kerja sama satu dengan yang lain , bukan malah saling menggulingkan satu dengan yang lain.

6.   Kita sebagai generasi penerus bangsa senantiasa menanamkan rasa cinta dan kepeduliaan kita terhadap keberlangsungan bangsa Indonesia ini.

7.   Marilah seluruh elemen masyarakat Indonesia di bidang apapun kehidupan kita, mari kita implementasikan secara sungguh-sungguh nilai-nilai luhur yang tertuang dalam badan Pancasila, sehingga nantinya Ideologi Komunisme dapat ditekan bahkan dihilangkan karena rakyatnya merasa tidak membutuhkan Ideologi seperti itu.

8.   Marilah kita senantiasa mengingat dan mengimplementasikan nilai-nilai perjuangan sejarah dan pahlawan bangsa Indonesia, “JAS MERAH” itulah kata Ir. Soekarno yang berarti Jangan sekali – sekali meninggalkan sejarah, agar kelak para generasi penerusnya bisa belajar dan mengantisipasi dari pengalaman masa lalu bangsa Indonesia ini.

9. Jadilah orang yg bermanfaat, agar kita dapat mendisrupsi diri dan terbiasa untuk melakukan kebaikan. Menjadikan hidup kita lebih bersih dan indah. 

10. Menjunjung tinggi nasionalisme dan patriotisme. Setiap orang mempunyai tanggung jawab moral untuk melestarikan nilai-nilai Pancasila dengan mengajak generasi muda untuk mengkaji ulang Pancasila dalam UUD 1945 yang di amandemen.

11. Ikut serta dalam membela negara. dalam menjalankan amanat bangsa seharusnya kita menciptakan keharmonisan agar apa yang dicita-cita kan oleh bangsa cepat tercapai atau terwujud , harus adanya kerja sama satu dengan yang lain , bukan malah saling menggulingkan satu dengan yang lain

12. Sebagai manusia kita harus membedakan mana yg baik dan mana yg buruk. dari tragedi G 30S/PKI ini kita mendapatkan pelajaran bahwa terjadinya perebutan kekuasaan di dalam suatu bangsa dan negara akan selalu mengundang permasalahan. Baik itu dalam lingkup kelompok kecil maupun besar.


Komentar